Select Menu

space

space

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent By Tag

Liputan Utama

Lipsus

Info Krim

Lintas Daerah

kbppp

kbppp

kbppp

kbppp

Selebrita

-

-

Satuan Reserse Narkoba Polres Nabire, melaksanakan “Bimbingan dan Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba dan Sanksi Hukumnya” bertempat di Aula Prodi D-III Keperawatan Nabire, Selasa (30/08/16) pagi.
Kegiatan ini menindak lanjuti surat yang masuk dari Prodi D-III Keperawatan Nabire Nomor: DL.02.02/II.04/127/VIII/2016, tentang Permohonan memberikan materi Pada PPSM 2016.
Sebagai penyaji materi Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Nasruddin A.Md yang didampingi oleh Kaur Bin Ops Sat Res Narkoba Polres Nabire Aiptu Hajar Azwad A.Md.

Para peserta dari Calon Mahasiswa Baru Keperawatan dan Kebidanan Prodi D-III Nabire dengan jumlah peserta 130 orang.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar calon Mahasiswa baru Keperawatan dan Kebidanan D-III Nabire dapat mengetahui bahaya Narkoba, Miras serta sanksi dan Hukumnya bagi para Pengedar Narkoba dan memberikan semangat kepada Mahasiswa baru sebagai Generasi Muda agar berprestasi tanpa Narkoba, Miras serta menjadi Gerakan Anti Narkoba terhadap diri sendiri, kampus dan dilingkungan sekitar.
(Humas Polres Nabire)

Personil Polwan dari jajaran Polres Nabire melaksanakan acara syukuran dalam rangka HUT Polwan ke-68 tahun 2016, kamis pagi tadi (01/09) di Aula Rastra Samara, Mapolres Nabire.
Syukuran Hari Jadi Polwan ke-68 berlangsung sederhana dan penuh dengan khidmat dan sukacita, serta dihadiri oleh Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa beserta Ketua Bhayangkari Cabang Nabire, Ibu Hesty Thabaa.
Acara juga diselingi acara pemotongan kue ultah oleh Kapolres beserta Ketua Bhayangkari Cabang Nabire dan menyuapkannya kepada Perwakilan Polwan yang di tuakan serta Pemotongan Kue yang di berikan kepada Perwakilan Polwan Termuda. Hal ini menjadi tanda bahwa tercipta kedekatan seorang Kapolres dengan seluruh anggota termasuk Polwan.
Kapolres Biak Numfor AKBP Semmy Ronny Thabaa dalam arahannya menyampaikan bahwa di umur Polwan yang ke-68 tahun dirinya berharap seluruh personil Polwan semakin kompak, berdikari, kuat, disiplin dan profesional serta semakin dicintai oleh keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Polwan ke 68 diantaranya adalah bhakti sosial yang dilaksanakan pada tanggal 25 agutus di Gereja KSK Bukit Meriam dan Masjid Agung Al Falah, kemudian senam bersama ibu-ibu Bhayangkari pada tanggal 26 agustus, dilanjutkan lomba tarik tambang, menggeser botol dengan terong, dan futsal, pada hari yang sama.
Tema hari jadi Polwan yang ke 68 ini adalah Dengan Memperkuat Soliditas, Profesional dan Revolusi Mental, Polwan Siap Mengamankan Kebijakan Pemerintah. [Nabire.Net]
ilustrasi

Yogya (PB )
TIM Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Retna Wulaningsih SH,MH dan Wiwiek Triatmini SH,MH dari Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ) jebloskan dua orang oknum yang diduga keturunan bangsawan warga Yogyakarta, didalam Hotel Prodeo Wirogunan Yogyakarta.

Pasalnya kedua orang itu, terdakwa I RM Soerjo Habsoro ( 63 th ) tinggal di Jln Ngasem No 38 Rt 032, Rw 009 Kadipaten Kec Kraton Yogyakarta, dan terdakwa II RM Hari Darmono alias RM Basuseno ( 43 th ) penduduk Perumahan Boko Permata Asri Rt 008, Rw 030 Desa Bokoharjo Kec Prambanan Kab Sleman dan atau tinggal didusun Karangjati Rt 08 Desa Tamantirto Kec Kasihan Kab Bantul, dinyatakan terbukti syah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pelmasuan surat autentik sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 263 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta, diketuai Alexender S Palumpun SH,MH.

Dengan terbuktinya perbuatan tersebut terdakwa I RM Soerjo Habsooro dan terdakwa II Hari Darmono alias RM Basuseno, dihukum pidana penjara masing-masing selama 16 bulan oleh majelis hakim yang beranggotakan Nenden Rika Puspitasari SH dan Rudi Suharso SH,MH dan masing-masing membayar beaya perkara Rp. 5.000,00. Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan kedua srikandi JPU Kejaksaan Tinggi DIY tersebut yang sebelumnya menuntut masing-masing terdakwa pidana penjara selama 2 tahun dikurangi massa tahanan.

Pemalsuan tersebut dilakukan terpidana RM Soerjo Habsoro dan terhukum RM Heri Darmono alias RM Basuseno, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama saksi Litani Martunia Wirastuti SH ( terdakwa dalam berkas lain ) dan saksi Dra Siti Surtyanti ( terdakwa dalam berkas lain ) yang waktunya tidak dapat diingat lagi. Tetapi setidak-tidaknya didalam kurun waktu tahun 2013 sampai dengan tahun 2014, baik di kantor Notaris PPAT KRT Rio Kustianto Wironegoro SH,MHum Jln Jayaning Parangan No 09 Kec Pakualaman Kota Yogyakarta, dan dikantor Badan Pertanahan Negara ( BPN ) Jln Kusumanegara Kota Yogyakarta maupun ditempat lain namun masih didalam wilayah Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Perbuatan kedua terhukum tersebut mengakibatkan kerugian ahli waris pemilik toko Warimgin The Hauw Kang alias Tan Liping alias Sudono Harmoko, sebidang tanah di jln Jogonegaran No 104 Kalurahan Sosromenduran Kec Gedongtengen Kota Yogyakarta dan atau dikenal dengan alamat lama GT I/ 1404 Kalurahan Sosromenduran Kec Gedongtengen Kota Yogyakarta , kurang lebih 40 miliar rupiah.

Terbongkarnya kasus itu, bahwa dalam tahun 2012 saksi Irwan Soesanto , selaku ahli waris pemilik toko Waringin The Hauw Kang alias Tan Liping alias Sudono Harmoko menemui saksi Litarni Martunia Wirastuti SH dirumahnya diJalan Jogonegaran No 104 Sosromenduran Kec Gedongtengen Kota Yogyakarta dan atau dikenal dengan alamat GT I/1404 Kalurahan Sosromenduran Kec Gedongtengan Kota Yogyakarta ( alamat lama).Saksi Irwan Soesanto bermaksud ingin mengurus tanah yang ditempaii saksi Litani Martunia Wirastuti SH bersama ibunya almarhumah Soestiwi Sudono sejak tahun 1996 hinga sekarang. Karena sebidang tanah tersebut dibeli orang tua saksi korban ( Irwan Soesanto) bernama The Hauw Kang dari ahli waris KRT Ronodiningrat pada tahun 1954, dibayar dengan 29 Kg Emas. The Hauw Kang alias Tan Liping alias Sudono Harmoko disaat itu tidak mungkin tanah itu diatasnamakan dirinya sebab waktu itu masih berstatus Warga Negara Asing ( WNA ) keturunan Cina. Selanjutnya pijam nama almarhumah Soetiwi Sudono dan sekaligus di-ijinkan untuk menempati diatas sebidang tanah itu.

Saksi Lintani Martunia ‘ menanggapi kemudian mememui dan diduga bersekongkel dengan kedua terhukum untuk penyelesaian surat-surat sebidang tanah di jln Jogonegaran No. 104 Kalurahan Sosromenduran Kec Gedongtengan Kota Yogyakarta dan atau GT I/ 1404 Kalurahan Sosromenduran Kec Gedongtengen Kota Yogyakarta, di- kantor Pertanahan Nasional ( BPN ) Kota Yogyakarta. Namun dalam kenyataanya sebagian surat-surat yang tandatangan oleh pejabat setempat ternyata di-Palsu.

( Man – Kij )



Surabaya - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai Komjen Pol Budi Gunawan layak menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Sutiyoso.

"Saya sudah mendengar surat (penetapan Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN) dari Istana sudah dikirim ke DPR," katanya setelah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolres se-Jatim di Gedung Rupatama, Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (2/9).

Ia menjelaskan Polri mendukung usulan Presiden Joko Widodo tentang Kepala BIN itu, karena Komjen Pol Budi Gunawan yang kini Wakapolri itu memang merupakan sosok yang tepat menjadi Kepala BIN.

"Beliau kapabel dan berpengalaman di bidang intelijen. Beliau dua kali pernah jadi Kapolda, berpengalaman jadi Wakapolri. Beliau cukup lama di operasional, beliau juga cukup lama di pendidikan, karena itu saya yakin beliau mampu," katanya.

Oleh karena itu, kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu, Polri siap bekerja sama dengan Budi Gunawan jika nanti sudah resmi menjabat Kepala BIN.

Ditanya tentang pengganti Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri, ia mengatakan hal itu akan dilakukan bila Budi Gunawan sudah resmi dilantik Presiden mengomandani BIN.

"Soal siapa (namanya), masak harus diumumkan. Nantilah, yang jelas pengganti Wakapolri itu harus ada," ujar Tito yang juga mantan Kepala Detasemen Khusus 88/Antiteror itu.

Freddy Budiman Ditanya tentang pernyataan terpidana gembong narkoba Freddy Budiman (almarhum) yang menyebut aliran dana kepada tiga oknum penegak hukum, Kapolri menegaskan bahwa dugaan aliran dana itu tetap diselidiki.

"Itu memang sedang diselidiki oleh tim investigasi, kita sedang menunggu tim independen yang dipimpin Irwasum dan tim eksternal yang ada tiga yakni Effendy Ghozali, Hendardi, dan ibu Poengki Indarti dari Kompolmas," katanya.

Menurut dia, sasaran (tembakan) tim adalah apakah memang ada pejabat Polri yang diduga menerima Rp90 miliar atau bagaimana sebenarnya.

"Kalau ada ya diproses, tapi kalau nggak ada ya diumumkan, tapi pihak yang mengumumkan adalah tim independen itu, nanti mereka akan memberi rekomendasi ke Kapolri, jadi masih ada waktu," katanya.

Sementara itu, terkait masalah senjata api yang ditemukan di rumah spiritualis Aa Gatot Brajamusti di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel, Kapolri menyatakan Polda Metro Jaya sedang memeriksa.

"Laporan sementara yang masuk ke saya, senjata api itu belum ada surat, maka dia diminta untuk datang ke Polda Metro Jaya untuk membawa senjata guna dicek, apakah legal atau ilegal. Kalau ilegal bisa dijerat dengan Pasal 1 dalam UU 12/1951," katanya.

Kapolri berada di Surabaya selama dua hari yakni 1 dan 2 September 2016. Pada 1 September, Kapolri menandatangani naskah kerja sama Polri dengan PBNU untuk mencegah konflik sosial di Mapolda Jatim dan meresmikan serangkaian inovasi layanan publik di jajaran Polda Jatim, lalu Kapolri bertemu Kapolres se-Jatim pada 2 September. (sumber: beritasatu.com)

ilustrasi

   
Yogya, ( PB )
BUKAN menyudutkan kaum HAWA . Tetapi kisah tragedi seorang ibu rumah tangga cantik celita itu memang benar adanya dan memprihatinkan, bahkan terbukti menurut hukum. Wanita itu terdakwa berinisial DP ( 29 tahun ) warga Kec Bambanglipuro Kab Bantul, yang baru saja mensusui anaknya berusia 3 bulan , nekat melakukan perbuatan yang tidak terpuji.

Terdakwa DP melakukan tindak pidana Perselingkuhan ( persetubuhan ) dengan mantan pacarnmya terdakwa Haris Ardiyanto ( 32 tahun ) yang disidangkan secara terpisah dalam perkara yang sama. Sedang telah diketahui bahwa terdakwa DP saat itu masih dalam perikatan oerkawinan yang syah berdasarkan undang-undang Perkawinan ( hukum ).

Dengan terbuktinya atas perbuatan itu, terdakwa DP dihukum selama 6 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai , I Gede Putu Saptawan SH,MHum dengan hakim anggota Hendri Irawan SH,MHum dan Christina Endarwati SH,MH. Menurut putusan majelis hakim hukuman itu tidak perlu dijalanan lebih dahulu dihotel prodeo .

Tetapi dengan ketentuan/persyaratan bahwa terpidana DP selama satu tahun tidak melakukan perbuatan yang sama dan atau melakukan tindak pidana lainnya yang dapat dihukum. Apabila ketentuan dari putusan majelis hakim tersebut dilanggar, maka yang bersangkutan akan di-eksekusi Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) untuk dimasukan didalam Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Wirogunan Yogyakarta, selama 6 bulan ditambah dengan hukuman pidana yang baru.

Sementara itu, terdakwa Haris Ardiyanto tinggal di Jakarta, didalam sidang yang terpisah dihukum selama 5 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai, I Gede Putu Saptawan SH,MHum dengan hakim anggota Hendri Irawan SH,MHum dan Cristina Endarwati SH,MH.

Baik terhukum DP maupun terpidana Haris Ardiyanto oleh majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan perbuatan tindak pidana perselingkuhan ( persetubuhan ) sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 284 ayat 1 ke 1 huruf b KUH Pidana. Hukuman kedua terhukum tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU Arifiyah Minarti SH dari Kejaksaan Negeri Sleman.

Konon terhukum DP dan terpidana Haris Ardiyanto berpacaran sejak sama- sama dibangku SMP . Terpidana DP menikah dengan lelaki lain saksi Samsu P ( korban ) dan berumah tangga di daerah Kab Bantul. Terhukum Haris Ardiyanto hidup membujang ( jomblo ) di Jakarta. Namun biarpun jauh dimata tetapi dekat dihati dengan alat komunikasi HP. Hubungan tersebut diketuai suaminya yaitu saksi korban Samsu P.

Terpidana DP selama berumah tangga dengan saksi korban Samsu P dikarunai seorang anak yang masih berusia 3 bulan dan setiap harinya juga masih diberi Air Susu Ibunya ( ASI ). Tampaknya kerinduan kedua terhukum “ Rindu Setengah Mati “. Pada hari Rabu tgl 18 Nopember 2015 sekitar jam 14.00 terhukum DP tancap gas dengan sepeda motor langsung booking kamr nomor 19 di hotel Suryo Asri diwilayah Desa Maguwoharjo Kec Depok Kab Sleman. Tidak lama kemudian datanglah terpidana Haris Ardiyanto.

Terhukum DP terlebih dahulu mandi dan kemudian siatas kasur bursa yang mentul-mentul melakukan persetubuhan dengan terpidana Haris Ardiyanto. Setelah isterahat kurang lenih satu jam kedua terhukum tersebut melakukan persetubuhan yang kedua kalinya. Namun tidak lama kemuidian digrebeg oleh suaminya ( saksi korban Samsu P ) bersama polisi untuk ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

( Man – Kij )

DIDIK SISWA DUNIA ISDUSTRI PENERBANGAN KOMIRSIAL

Yogya ( PB ) - SEKOLAH Menengah Kejuruan ( SMK ) Dirgantara Putra Bangsa di jalan Laksda Adisucipto 163 Yogyakarta adalah sebuah SMK berpendidikan professional , favorit dan Keren se-Indonesia dan Asia. SMK Dirgantara Putra Bangsa yang saat ini, disebelah utara kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijogo ( SUKA ) Yogyakarta itu, merupakan sekolah kejuruan Profesi dibidang keahlian Airline dan Pramugari- pramugaria (Kedirgantaraan) yang pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Demikian Kepala Sekolah SMK Dirgantara Putra Bangsa Yogyakarta, Drs M Nadjmuddin. M.Par, mengatakan hal itu kepada Media Rakyat ( Merak ) diruang kerjanya dilantai IV Kampus SMK Dirgantara Putra Bangsa Yogyakarta.

Lebih lanjut Drs M Nadjmuddin M.Par menijelaskan, SMK Dirgantara Putra Bangsa Yogyakarta, didirikan tahun 2013 dan sekarang siswa/I sebanyak 212 anak, Bahkan tahun ajaran 300 anak Pria dan wanita yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mendaftarkan dan berhasrat menjadi Siswa/I di sekolah itu. Jumlah tersebut melampaui target ruang kelas yang disediakan. Namun demikian siswa/I maupun calon siwa ( casis ) tidak perlu kuatir. Sebab kurang lebih enam bulan lagi akan menempati gedung/ Kampus baru yang saat ini sudah dibangun diatas tanah seluas 9.450 meter persegi didusun Blunyah Gede Desa Sinduadi, Kec Mlati Kab Sleman. Pembangunan dengan beaya bertahap, yaitu tahap pertama Rp. 2,25 miliar, kedua Rp.1,5 miliar dan ketiga kurang lebih Rp. 1,5 miliar, tegas Drs Nadjmuddin, M.Par

Wow …… sungguh luar biasa bahwa di SMK Dirgantara Putra Bangsa Yogyakarta, siswa belajar dengan tehnik kurikulum teanching , kuantum learning ,active learning serta berorentensi pada dunia kerja agar mampu bekarya dan bersaing didunia aviation dan pramugari-pramuria SMK Digantara Putra Bangsa Yogyakarta, adalah sekolah yang akan mengantar peserta didiknya untuk dapat memasuki dunia industri penerbangan komirsial dalam dan luar negeri dengan penerapan kurikulum berbasis terapan yang mengacu pda dunia kerja untuk membentuk lulusan yang mempunyai cultur keunggulan dalam persaingan dunia kerja dan menjadikan lulusan yang dibutuhkan pasar industri penerbangan komirsial era global ini.

Bagi Alumi yang inginlangsung bekerja sudah seharusnya, karena telah memiliki keahlian dibidang aviation dan pamugari-pramugaria. Mereka dapat bekerja diseluruh perusahaan maskapai penerbangan bersekala nasional dan internasional sekuruh authority dan ground handing baik nasional maupun internasional. Alumni yang ingin melanjutkan studi ( kuliah )dapat mendaftar disemua perguruan tinggi negeri maupun swasta pada bidang ilmu0ilmu social ( Sospol, hukum, Parawisata dll ). Fasilitas Lokasi sekolah strategi, Lab Kompunter dan Aplikasi Internet,Lab jaringan dan Ruang kelas ber-AC Hotspot/ Wifi Prima 24 jam. Pelatihan Soft Skill, Bursa kerja,Program penyaluran kerja, ( Man – Kij )

Pasuruan (PB) - Tepatnya di depan Hotel AL-HAMBRA termasuk Kel.Dermo Kec. Bangil Kab. Pasuruan, Anggota Unit Res Narkoba Polres Pasuruan yang dipimpin oleh Kanit Idiknya IPDA AGUS PURNOMO, SH. beserta 3 (tiga) orang anggotanya Pada hari Kamis (25/08/2016) sekira jam 20.30 wib telah berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku sebagai Penjual / Pengedar sediaan farmasi berupa Tablet, Pelaku yang ditangkap tersebut bernama ACHMAD HAMIDIN (Laki-laki, Umur : 22 tahun, Pekerjaan : Karyawan Pabrik, Alamat : Dsn.Tampung Barat Ds.Tampung Kec.Rembang Kab. Pasuruan).

Untuk kronologi penangkapannya, petugas mendapat informasi dari masyarakat disekitar Kel.Dermo Bangil bahwa ada seseorang yang sering menjual / mengedarkan sediaan farmasi berupa Tablet, selanjutnya petugas langsung melakukan pengintaian dan pembuntutan kepada pelaku, Maka saat itu salah satu Petugas Buser Reskoba menyamar sebagai Cewek dan menghubungi pelaku lewat telepon dengan alasan bahwa sedang ketagihan Barang Haram tersebut, sehingga pelaku terpancing untuk menjualnya dan mengantar Pesanannya. Ketika Pelaku sudah berada di tempat janjiannya dengan seorang cewek yang tidak lain adalah petugas di pinggir jalan raya tepatnya di depan Hotel AL-HAMBRA termasuk Kel.Dermo Kec. Bangil Kab. Pasuruan, kemudian petugas langsung menangkap pelaku dan langsung menggeledah pelaku, saat digeledah petugas dapat menemukan barang-barang bukti dari tangan pelaku antara lain : 99 (sembilan puluh sembilan) butir Tablet warna Putih logo Y, 1 (satu) unit Handphone merk Sambung warna Hitam dan uang tunai Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu), selanjutnya pelaku beserta barang buktinya langsung digiring menuju Mapolres Pasuruan untuk proses penyidikannya.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku a.n ACHMAD HAMIDIN mengaku benar dirinya telah menjadi pengguna aktif sediaan farmasi berupa Tablet tersebut selama setahun dan selain itu pelaku juga mengaku menjadi Penjual/Pengedar kepada orang-orang yang membutuhkannya sejak 2 (dua) bulan terakhir dan akhirnya tertangkap tersebut. Dan pelaku mendapat pasokan Tablet / Pil sediaan farmasi tersebut dari Bandar yang beralamat diwilayah Kraton Pasuruan Kota (saat ini menjadi DPO Polres Pasuruan) dengan cara pelaku menghubungi lewat HP, selanjutnya untuk proses penyidikannya lebih lanjut pelaku saat ini di tahan di rumah tahanan Mapolres Pasuruan dan pelaku Pelaku dijerat dengan Pasal 197 Subs Pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, “Ujar Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP M.D. YUSUF, S.H., M.M.(hms.respas)