Select Menu

space

space

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent By Tag

Liputan Utama

Lipsus

Info Krim

Lintas Daerah

kbppp

kbppp

kbppp

kbppp

Selebrita

-

-


Ketua Umum KBPPP / KBPP POLRI : A.H. BIMO SURYONO Beserta Keluarga, dan Jajaran Pengurus Pimpinan Pusat KBPPP / KBPP POLRI

GPW POLRI Jakarta, 13 Januari 2016



Gak ada berhentinya Sabhu beredar di kalangan masyarakat.
Begitu pula para pemain baik pengedar dan kurir juga pengguna Narkoba tetap saja menggunakan kesempatan dengan bermacam cara utk mengelabui petugas .

Pada Jumat malam 22/01/ 2016 Jam 20.00 wib, kali ini Tim Resmob Resnarkoba Polres Pasuruan amankan Pelaku sebagai kurir ataupun pegedar barang Haram berupa Sabhu di wilayah Kecamatan Sukorejo dengan nama ROFI'I 45 th yang sehari-harinya pekerjaannya sebagai Petani masih saja bermain dengan Sabhu.

Petugas mengamankan ROFI'I pada saat akan mengantar pesanan sabunya ke pembeli, dengan kejelian petugas Resnarkoba Polres Pasuruan yang dipimpin IPDA Agus Purnomo.S.H. dan anggota Resmob berhasil amankan kurir atau pengedar tersebut dengan Barang Bukti 1 (satu) gram Sabhu yang dipegang oleh pelaku.

Peredaran Sabhu tidak hanya di kalangan orang berduit saja akan tetapi sudah merambah ke kalangan ekonomi menengah ke bawah dan kali ini sudah terbukti sampai masuk ke desa-desa dan terbukti tertangkapnya RF yang berprofesi sebagai Petani. (Humas Respas)

Dalam seminggu sekali Polres Pasuruan dan jajarannya selalu mengadakan giat Olah raga bersama diantaranya Olah raga Senam Aerobic, Olah raga dasar-dasar bela diri yang dilakukan dihalaman Mapolres Pasuruan dan Olah raga Lari pagi keluar Mapolres Pasuruan. Namun kali ini dalam giat olah raga, Sabtu (24/1/2016) jam 07.00 Wib, atas perintah Kapolres Pasuruan AKBP SOELISTIJONO, S.I.K., M.H. bahwa seluruh anggota diperinthakan untuk membawa sepeda pancal dan Olah raga yang dilakukan yaitu Olah raga Gowes (Mancal sepeda).

Dalam pelaksanaan Olahraga Gowes tersebut diikuti oleh Kapolres Pasuruan, para Kabag, Kasat, seluru Perwira staf, para Kapolsek jajaran Polres Pasuruan dan seluruh anggota baik dari Polres Pasurua dan anggota Polsek jajaran serta para PNS Polres Pasuruan, sebelum pelaksanaan Olah raga Gowes dimulai, seluruh anggota melakukan apel pagi dan dilanjutkan dengan Olah raga senam ditempat untuk pemanasan, setelah selesai Senam para anggota seluruhnya diperintahkan untuk mengambil sepeda pancalnya dan berbaris rapi di pintu keluar sebelah barat Mapolres Pasuruan dan didahului Kapolres Pasuruan, Kabag Ops, Kabag Sumda dan para Kasat dan dibelakangnya seluruh anggota langsung Olah raga Gowes dimulai perjalanannya .

Adapun rute yang dilalui dalam olah raga Gowes yaitu jalan-jalan perkampungan / pedesan yang melewati wilayah Kecamatan Bangil dan wilayah Kecamatan Beji dengan jarak tempuh kurang lebih 30 Km, yaitu Start Mapolres Pasuruan – Jl. Manarwi Bangil - jl. Kancil Mas Bangil – masuk Beji Jl Dandang – Jl. Kedungboto Beji – Jl Pagak Beji – Jl Gajah Bendo Beji – Jl Sidowaya Beji - Masuk lagi wilayah Bangil Jl. Kolursari Bangil – Jl Bekacak Bangil – Jl. Lumpangbolong Bangil - dan Masuk lagi ke Mapolres Pasuruan ( Finish ). Dan dilanjutkan dengan hiburan musik Elektone dan Nyanyi bersama.

Tujuan Kapolres Pasuruan melakukan giat Gowes bersama seluruh anggota Polres Pasuruan tersebut yaitu yang pertama untuk membuat tubuh kita menjadi sehat, dimana bila tubuh kita sehat maka jiwa kita akan juga menjadi sehat, Agar ada suasana baru dalam berolah raga, selain itu bertujuan untuk mempererat kebersamaan untuk menjaga Harkamtibmas yang mantab khususnya di wilayah Hukum Polres Pasuruan”, Ujar Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP MD. YUSUF, S.H., M.M. (humas. Respas)


JAKARTA - ‎Bertempat di ruang perjamuan rupatama Mabes Polri, Jumat (22/1/2016) Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan santunan bagi para keluarga korban teror Thamrin.

Pantauan Tribunnews.com, selain dihadiri oleh keluarga korban dari Sugito, Rico, dan Rais.

Acara turut serta dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri seperti Wakapolri, Irwasum, Kakorlantas, Kadivkum, hingga Kakor Brimob.

"Saya selaku Kapolri baik secara pribadi dan staf turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Sugito, Rico dan Rais‎. Kami sangat menyesalkan kejadian ini, dan para korban usianya masih produktif. Kami akan memberikan santunan pada keluarga, semoga bisa meringankan keluarga," tutur Badrodin.

Lebih lanjut, Badrodin menuturkan dalam peristiwa 14 Januari 2016 lalu itu yang menjadi target ialah anggota Polri, orang-orang asing dan tempat-tempat berbau asing.

"Jadi yang pertama diledakkan adalah Starbucks yang didalamnya ada pengunjung orang asing lalu pos polantas‎. Jadi korban lain, para almarhum ini hanya kena sasaran tembak saja. Kalau memang masyarakat sipil jadi target mereka tentu lebih banyak lagi warga yang jadi korban. Anggota kami yang kena tembak ada empat orang, satu kena bom," ujarnya.

‎Lebih lanjut, Lutfi Lesmana keponakan dari Sugito mengucapkan terima kasih atas pemberian santunan tersebut.

Nantinya santunan itu akan digunakan untuk membiayai dua anak Sugito yang masih sekolah.

"‎Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih. Kami sangat kehilangan karena almarhum Sugito adalah tulang punggung keluarga, beliau ada di waktu dan tempat yang tidak tepat," tuturnya.

Dalam kesempatan itu Lutfi juga sempat menyinggung soal status Sugito yang awalnya diduga sebagai terduga pelaku, namun akhirnya Polri meralat dan menyatakan Sugito adalah korban. Sama sekali bukan pelaku ataupun jaringan dari teror Thamrin.

"Sempat timbul opini masyarakat yang negatif ke keluarga tapi dengan kecermatan polisi, opini itu terbantahkan. Almarhum Sugito ‎adalah korban," katanya. (sumber : TRIBUNNEWS.COM,)


JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menilai regulasi mengenai pemberantasan terorisme lebih bersifat reaktif. Hal ini membuat jajarannya sulit melakukan pencegahan karena penindakan baru dapat dilakukan setelah aksi teror terjadi.

"Setelah aksi terjadi, kami baru bisa melakukan penindakan, karena itu perlu perluas (UU Terorisme) bagaimana pencegahan itu dilakukan agar dengan menambah beberapa pasal atau memperluas kriminalisasi dan juga memperbaiki hukum acara yang ada," kata Badrodin, Kamis (21/1).

Perluasan kriminalisasi yang dimaksud, yaitu penambahan aturan pencegahan dengan menambah kewenangan bagi kepolisian untuk menangkap para terduga teroris atau orang-orang yang diangap berbahaya, termasuk upaya pengawasan WNI yang kembali dari Suriah atau negara-negara yang menjadi basis kelompok radikal.

"Di antaranya bagaimana, misalnya, ada pelatihan militer, fisik yang mengarah ke persiapan aksi terorisme, kemudian bagaimana terhadap orang-orang yang ikut bergabung di Suriah melakukan aksi bersenjata, kemudian kembali ke Indonesia, ini juga enggak bisa jangkau oleh hukum, termasuk bagaimana kalau ada orang yang mendeklarasikan diri atau berbaiat ke ISIS, apakah ini dijangkau hukum. Selama ini tidak bisa," ungkapnya.

Kapolri lebih mendukung penerbitan Perppu pencegahan terorisme dan deradikalisasi sebagai opsi aturan mengenai pencegahan terorisme yang baru dari pada harus merevisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme dan UU Nomor 9 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

"Kalau mau cepat, ya Perppu. Kami kan pelaksana, merasakan apa yang menjadi hambatan di lapangan sehingga memerlukan satu regulasi yang lebih cepat," kata Badrodin Haiti. (sumber: REPUBLIKA.CO.ID,)



Palangka Raya, (PB). Kabid Humas Polda Kalteng AKBPPambudi Rahayu mengatakan bahwa Media Putera Bhayangkara – KBPP Polri harus proaktif berkoordinasi dengan Bidang Humas Polda Kalteng agar diperolehnya informasi yang diperlukan sebagai referensi untuk membuat berita terutama berita yang menampilkan pencitraan Polri, yaitu berupa agenda dan tugas-tugasnya, kinerja dan prestasinya serta pelayanannya kepada masyarakat.

Apalagi,media ini sebagai media nasional yang mengemban misi Binmas Polri sangat diharapkan peran sertanya dalam misi Pers sesuai dengan misi dari pada media tersebut.

Hal ini dikatakannya kepada para awak media Putra Bhayangkara saat pertemuan di ruang kerja Kabid Humas Polda Kalteng pada waktu lalu.

Dikatakannya pula, bahwa selama ini media tersebut tidak kelihatan eksistensinya di Kalteng. Sehingga kurang dikenal. “Media ini jangan kalah oleh media lain”. “ Tunjukan eksistensinya di Kalteng”, tambahnya memberi suport.

Pamen Polri yang selalu ramah menyapa dan melayani wartawan ini sangat mendukung dan mengapresiasi keberadaan media Putra Bhayangkara. Diarahkan oleh Kabit Humas agar koordinasi diteruskan hingga ke tingkat Polres, Polsek dan seluruh jajaran Kepolisian yang ada di Kalteng .




Pertemuan dengan Kabid Humas Polda Kalteng Tgl 1 Desember 2015 yang lalu merupakan kunjungan kerja para awak media Putra Bhayangkara dalam rangka laporan keberadaan media Putra Bhayangkara Korda Kalteng beserta personalia jurnalisnya, sekaligus koordinasi tentang agenda dan peliputan berita.

Awak media Putra Bayangkara yang berkunjung itu adalah sang Koordinator Daerah, L. Mangku Arso dan jurnalis / tim peliputan yaitu Edrie Supianto, Choirul Anam dan Agus Wahyudi.

Selanjutnya awak media Putra Bhayangkara berkunjung kerja pula ke PWI Kalteng tanggal 22 Desember 2015 untuk koordinasi dan melaporkan keberadaan media Putra Bhayangkara kepada organisasi wartawan terbesar itu.

Kehadiran para awak media Putra Bhayangkara disambut oleh Ketua PWI Kalteng H. Sutransyah. Momen ini merupakan kunjungan kerja perdana dan koordinasi perdana yang dilakukan oleh media Putra Bhayangkara kepada PWI Kalteng.

Dengan adanya kunjungan kerja dan koordinasi baik kepada Kabid Humas Polda Kalteng maupun kepada Ketua PWI Kateng serta keikut sertaan media Putra Bhayangkara dalam meliput berita kunjungan Kapolri ke Polda Kalteng yang lalu, hal ini menunjukkan bahwa media Putra Bhayangkara mulai menggeliat kembali untuk aktif dan mulai adanya tanda-tanda untuk menunjukkan eksistensinya di Kalteng. (Eds).