Select Menu

Space Iklan

Space Iklan

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent By Tag

Lipsus

Sekitar Kita

Info Krim

Advetorial

Ragam

Loading...

Selebrita

Agnes Monica

Agnes Monica. Siapa yang masih asing dengan nama itu? Baik warga Indonesia maupun luar negeri sudah tahu betul sosok wanita cantik kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 ini.

Pelantun Coke Bottle ini memang selalu menarik untuk dibahas. Entah dari bakatnya dalam bermusik, kehidupan pribadi, atau penampilannya. Ya nggak heran, soalnya wanita cantik ini punya paket yang komplit untuk dijadikan seorang idola.

Jika kamu salah satu penggemar berat wanita 28 tahun ini, tentu sudah tahu penampilannya sekarang. Yup, rambut panjang dan tubuh yang luar biasa seksi.

Banyak yang mengatakan, jika penampilan Agnes dengan rambut panjang dan hitam. Apa kamu juga berpikir demikian? Tapi rupanya sang diva sedang bingung akan memotong rambutnya atau tidak.

Hal itu seperti yang terlihat dari salah satu foto di akun Instagram miliknya. Beberapa waktu yang lalu, ia mengunggah sebuah foto cantik dengan rambut panjang dan sehat miliknya. Cantik sudah pasti.

"Blah, rambut, rambut, rambut. Dipotong??" tulisnya dalam caption foto itu. Well, kalau menurut kamu bagaimana guys? Tulis komentar kamu ya, siapa tahu bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk Agnes. (Kapanlagi.com)

Di beberapa negara kasus bullying berujung pada kematian. Tidak sedikit anak-anak yang kena bullying memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Oleh karena itu banyak gerakan yang meminta untuk menghentikan aksi bullying.

Berkaca dari kasus aktris muda Chelsea Islan yang merasa dirinya telah dibully oleh pemberitaan belakangan ingin terkait video bugilnya yang beredar didunia maya. Beberapa masyarakat yang peduli dengan kasus tersebut menggelar sebuah diskusi yang mengangkat tema Anti Intimidasi dan Pelecehan: Bincang-bincang bersama Chelsea Islan dan Ibu Ratih Ibrahim di Hotel Aryaduta Semanggi.

Bentuk bullying memang banyak macamnya, mulai dari kekerasan secara fisik maupun psikis. Menurut Puteri Indonesia yang juga menjadi moderator dalam diskusi tersebut, Zivanna Letisha mengungkapkan apa yang dialami Chelsea merupakan murni bully. Sebab video yang beredar diambil tanpa sepengetahuan Chelsea.

"Kasusnya Chelsea ini beda, lain halnya kalo video itu sengaja dibuatnya (dibuat Chelsea), kalo itu tidak murni 100% bullying, karena kesalahan sendiri. Kalo yang ini (kasus Chelsea) dapat dipastikan itu bully," ujarZivanna Letisha di hotel Arya Duta, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Seorang Zivanna yang pernah mewakili Indonesia di ajang wanita cantik sejagat, Miss Universe juga tidak lepas dari tindakan bully. Saat dirinya berjuang untuk mengharumkan nama bangsa di ajang tersebut, Zizi justru mendapat komentar yang tidak sedap dari masyarakat Indonesia lantaran mengenakan swimsuit.

"Pas saya baca pemberitaan tentang saya, saya lagi ada di Miss Universe lagi dikarantina, lagi berjuang. Orang-orang dari luar negeri malah dukung, tapi malah masyarakat Indonesia yang malah menjatuhkan. Itu yang bikin saya bingung juga," tandasnya.(Kapanlagi.com)

Aktris cantik Syahrini akhirnya memenuhi panggilan Mabes Polri terkait keterlibatannya dengan Feriyani Lim (FL) danAbraham Samad. Selama kurang lebih 2,5 jam, Syahrini diperiksa oleh penyidik. Ada 15 pertanyaan yang diajukan kepada pelantun Sesuatu itu.

"Kita datang secara sukarela. Tidak benar ada berita yang bilangSyahrini bakal dijemput paksa. Itu fitnah," ujar kuasa hukum Syahrini,Hotman Paris Hutapea yang ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada (02/03).

Sosialita Feriyani Lim sendiri melaporkan ketua KPK non aktif, Abraham Samad dan pria bernama Uki atas tuduhan pemalsuan dokumen. Di tahun 2007 saat hendak ke luar negeri, Feriyani membutuhkan paspor dan mengaku mendapat bantuan dari Samad. Syahrini sendiri dipanggil sebagai saksi dan dimintai keterangannya tentang foto-foto dirinya bersama sosialita itu yang beredar di dunia maya.


"Ada 15 pertanyaan terkait laporan polisi kepada AS mengenai surat dugaan palsu. Pokoknya apakah dia (Syahrini) berteman dengan FL. Dia (Syahrini) tidak pernah berteman dengan FL. Hubungannya hanya sebatas menjual baju kepada artis dan salah satunya Syahrini," ucap pengacara nyentrik itu.

Selain itu Hotman juga menegaskan tidak ada pertanyaan tentang aliran dana kepada Syahrini. Namun yang unik polisi yang memeriksaSyahrini malah bertanya soal bulu mata dan pacar artis itu.

"Yang ditanya penyidik hanya seputar foto. Bapak-bapak yang di dalam rindu kepada saya pengen ketemu langsung. Mereka hanya bertanya 'Mbak Syahrini bulu matanya cantik sekali. Kapan nikahnya? Siapa sih pacarnya mbak Syahrini?'," ucap Syahrini dengan gayanya yang manja. (Kapanlagi.com)

Terseret dalam kasus laporan Feriyani Lim atas dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan Abraham Samad, Syahrinijelas merasa dirugikan. Apalagi ia tidak mengenal Feriyani secara khusus, dan hubungannya dengan sosialita itu hanya sebatas jual beli baju.

"Syahrini tidak pernah traveling dengan FL. Tidak pernah liburan ke luar negeri (bareng). Mereka ketemu (terakhir) secara kebetulan saat malam tahun baru 2015 di Las Vegas. Ada saya juga waktu itu," ucap Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Syahrini saat dijumpai di Mabes Polri, Jakarta Selatan (2/3).

Hotman juga menjelaskan bahwa Syahrini dan Feriyani hanya bertemu sebanyak tiga kali. Semua pertemuan itu terjadi secara tidak sengaja dan berlangsung di New York, Singapura dan terakhir Las Vegas.

"Setiap ketemu (dengan Syahrini), FL minta foto dan langsung dipasang di instagram. Semua foto-foto yang dipasang inisiatif FL sendiri. Seolah-olah sahabat dekat. Siapa yang tidak mau foto dengan seleb sepertiSyahrini," tambahnya.

Karena foto yang diunggah Feriyani, artis yang mempopulerkan trade mark maju mundur cantik itu berniat memberikan somasi. Apalagi Feriyani memakai foto-foto Syahrini untuk mengambil keuntungan.

"Pedagang (Feriyani) supaya top. Dipasang lah di instagramnya. Saya akan somasi karena (foto-foto itu) bagian dari iklan. Foto Syahrini sudah dipakai sebagai iklan. Dia bukan teman dekat," ungkap Hotman.

Somasi yang hendak dilakukan Syahrini adalah agar foto-fotonya tidak dipakai untuk berjualan. Selain itu menurut Hotman tidak akan ada lagi pemanggilan kepada Syahrini terkait foto bersama Feriyani karena semua pertanyaan sudah terjawab semua.

"Untuk menstop foto saya yang berbau iklan," tambah Syahrini. (Kapanlagi.com)

Perseteruan antara Ki Kusumo dan Demian tak kunjung usai, malah semakin hari situasi yang ada makin memanas. Jika sebelumnya Ki Kusumo tak mau membawa permasalahan ini ke meja hijau, kali ini ia berubah pikiran.

Bersama dua orang pengacaranya, Ki Kusumo akan menuntut suamiSara Wijayanto itu karena telah melecehkan namanya. Seperti diketahui, Demian sempat menyebut jika rambut sang paranormal itu mirip nanas, hingga aksinya mendirikan ormas cuma pencitraan belaka.

"Kami selaku kuasa hukum sudah memiliki bukti. Kami akan menyiapkan langkah hukum. Dalam waktu dekat saya akan laporkan Demian ke pihak kepolisian. (Buktinya) Kata-kata seperti rambut nanas. Awalnya kan Ki Kusumo hanya bilang tolong jaga bicara. Menjaga kata-kata dia yang ada di Twitter karena sudah melangkah terlalu jauh dan tidak ada permintaan maaf dari Demian," ujar Muhamad Milano, salah satu pengacara Ki Kusumo.

Menanggapi rekannya itu, seorang jurnalis lain membenarkan jikaDemian telah melecehkan nama baik. Walhasil, sang illusionist dilaporkan ke polisi sesuai hukum pasal 311 KUHP Junto 27 ayat 3 ITE.

"Menyamakan seseorang dengan flora itu kejam. Jadi sebenarnya menurut saya Demian ngawur dan tidak bisa ditoleransi. Sekali lagi saya sebagai penasehat hukum akan melakukan langkah-langkah hukum dalam waktu dekat. Rencana akan ke Polda Metro Jaya," sambung Apolos Djara Bonga.

Jika benar nantinya Demian terbukti bersalah, maka bisa jadi ia akan mendekam selama 5 tahun di dalam penjara. "Ancaman hukuman lima tahun dan itu memang pasal yang bisa ditahan.Menyamakan Ki Kusumo dengan tumbuhan, mengatakan Ki menyantet itu kan sudah terpenuhi unsur hukum," pungkas Apolos. (Kapanlagi.com)

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI semakin memanas. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, bahwa persoalan ini akan segera didamaikan.

"Iya tugas kita mendinginkan biar birokrasi dingin, biar DPRD dingin dan Jakarta dingin, gitu saja," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta, Senin (2/3).

Menurut dia, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan menengahi persoalan Ahok dengan DPRD DKI terkait draf APBD Perubahan 2015 yang diajukan ke Kemendagri. Oleh sebab itu, semua pihak untuk bersikap bijaksana dan lebih baik mengutamakan kepentingan masyarakat Jakarta.

"Jangan sampai rakyat Jakarta dikorbankan dengan berbagai macam perang di media," ujarnya.

Kendati demikian, dirinya akan bertemu Mendagri Tjahjo Kumolopada hari ini. Karena, wewenang Mendagri Tjahjo Kumolo untuk meneliti draf APBD 2015.

"Mendagri kan berwenang untuk meneliti mengevaluasi draf APBD dari kedua belah pihak," katanya.

Dirinya juga menilai laporan Ahok ke KPK mengenai dugaan dana siluman APBD sebagai langkah yang baik. "Enggak apa-apa bagus," imbuhnya. (Merdeka.com)

JAKARTA - Polemik calon Kapolri masih belum berakhir. Presiden Joko Widodo harus bisa menjelaskan kepada partai politik pendukung dan DPR, jika tak melanggar Undang-undang dalam urusan Kapolri ini. Terutama soal alasan tak melantik Komjen Budi Gunawan yang sudah disetujui DPR dan kemudian mengusulkan Komjen Badrodin Haiti sebagai Kapolri.

"Kami berkeinginan supaya proses yang dilakukan Jokowi soal masalah Kapolri ini jangan sampai melanggar undang-undang," ujar Presidium Penasehat GTN Edwin Henawan Sukowati, Minggu (1/3) saat diskusi publik bertajuk "Polemik Pengangkatan Kapolri dan Krisis Konstitusi", di Jakarta.

Hadir dalam diskusi yang dimoderatori Riano Oscha dari GTN itu adalah Pengamat Tata Negara Irman Putra Sidin, Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing, dan Pengamat Hukum yang juga Presidium GTN, Marihot Siahaan.

Lebih lanjut Edwin menilai apa yang dilakukan Jokowi soal pemilihan Kapolri sejauh ini sudah cukup baik. Namun, kata Edwin, sang presiden masih harus meyakinkan kepada parpol pendukung dan DPR. Hal ini supaya tidak terjadi polemik antara presiden dan parlemen.

"Presiden harus meyakinkan bahwa apa yang dilakukan itu memang betul-betul demi persatuan dan kesatuan bangsa," papar Edwin.

Bahkan, dia mengingatkan, jangan sampai kasus pemilihan Kapolri di era Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid terulang lagi dan menimpa Jokowi.

"Kita tidak ingin Jokowi sampai lengser karena urusan Kapolri seperti yang terjadi di masa Gus Dur dulu," ungkap Edwin lagi.

Dia pun mengingatkan Jokowi bahwa sakit hati Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan kalah di pemilihan presiden masih ada. Apalagi, lanjut Edwin, pilpres baru enam bulan berlalu sehingga rasa sakit hati itu masih belum selesai. Karenanya, kata dia, Jokowi jangan sampai terjebak dalam permainan politik.

"Jangan sampai aspirasi rakyat yang besar memenangkan Jokowi ditelikung," tuntas Edwin.

Marihot menambahkan, pengajuan Badrodin sebagai calon Kapolri ke DPR menambah masalah saja. Sebab, persoalan BG yang sudah disetujui DPR belum selesai, tapi Jokowi malah mengajukan lagi nama Kapolri.

"Bagaimana kalau tidak disetujui? Tentu menambah masalah juga. Kalau disetujui pun menambah dua masalah. Ada dua kapolri berarti," kata Marihot.

Dia pun berpendapat harusnya presiden menjalankan konstitusi dengan melantik Komjen BG yang sudah disetujui DPR sebagai Kapolri. Menurut dia, hak-hak Komjen BG harus dipenuhi oleh presiden.

"Kalau menurut saya tetap harus dilantik," tegasnya. (http://www.jpnn.com)