Select Menu

space

space

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent By Tag

Liputan Utama

Lipsus

Info Krim

Lintas Daerah

kbppp

kbppp

kbppp

kbppp

Selebrita



BALIKPAPAN – Ditresnarkoba Polda Kaltim kembali mengagalkan peredaran narkotika sebanyak 1,25 kg sabu-sabu di Jl. Suryanata, depan Kantor Kelurahan Bukit Pinang, Kelurahan Samarinda Ulu, Samarinda, Selasa (8/8/2017).

Barang haram tersebut yang dikemas dalam kardus minuman segar “Hydro Coco, menyusul ditangkapnya dua pengedar Sp (35) dan Sn (38), ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

“Sp dan Sn didatangi oleh Sdr M (DPO) untuk meminta mengambil barang tersebut ditempat dan tanggal yang sudah ditentukan,ujar Ade Yaya. Setelah sepakat dengan tanggal yang ditentukan, tersangka dijanjikan akan dibayar sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) apabila berhasil mengambil barang tersebut.

Lanjutnya, Ade Yaya menerangkan sabu tersebut berasal dari luar wilayah Kalimantan Timur. Pada saat penggeledahan barang tersebut di bungkus plastik hitam yang berisi minuman Hydro Coco.

Humas Polda Kaltim


BALIKPAPAN – Hari ini seluruh jajaran Polri di Indonesia melaksanakan Pemusnahan narkotika jenis sabu serentak mulai tingkat Mabes hingga Polres, Polda Kaltim sendiri hari ini ikut memusnahkan sabu seberat 2.531,75 gram atau sekitar 2,5 kg lebih hasil sitaan Ditresnarkoba Polda Kaltim.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin membeberkan fakta mengejutkan, bahwa 4,6 kilogram narkotika golongan I jenis sabu yang mereka musnahkan pada Selasa (15/8/2017) senilai Rp 6,9 Miliar.

“Ini (sabu) sangat mengerikan. Harusnya membuat kita gelisah. Karena 4,6 kg sabu kalau dinilai dengan rupiah mencapai angka Rp 6,9 Miliar. Setiap 1 kg sabu itu nilainya sekitar Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Safaruddin juga menyatakan bahwa Kaltim dan Kaltara menjadi provinsi dengan tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi ke-3 di Indonesia.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menambahkan “dengan berhasilnya polda kaltim dalam mengungkap kasus sabu dan memusnahkan barang haram seberat 2,5 kg itu maka kita sudah menyelamatkan empat puluh ribu orang lebih dari bahaya narkotika tersebut” tambah Ade

Humas Polda Kaltim
-


Peredaran minuman keras (miras) beralkohol merupakan faktor krinimal kriminogen. Segala bentuk potensi gangguan harus bisa dicegah sejak dini, karena disini menjadi tahap pembiakan dini yang bisa berkembang menjadi kerawanan kamtibmas, bahkan menjadi pemicu gangguan nyata keamanan.

Sesuai dengan perintah lisan Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono, S.I.K. untuk selalu menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pasuruan dengan Programnya Peduli Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas ini.

Sebanyak 5.000 botol minuman keras (Miras) hasil sitaan dari operasi cipta kondisi dimusnahkan Polres Pasuruan beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasuruan, Tokoh Agama (Toga), TNI, Satpol PP dan juga turut hadir Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait beserta Tim mendeklarasikan gerakan Pasuruan Zero Minuman Keras Lokal Oplosan (MILO), Narkoba dan Obat Keras Berbahaya (Okerbaya), di Halaman Mapolres Pasuruan, Selasa (15/8/2017) pagi.

Selain deklarasi, kesempatan ini juga dijadikan Kapolres dan tamu undangan untuk memusnahkan barang bukti (bb) miras yang berjumlah 5.000 botol. BB itu didapatkan dari razia dan penertiban penjual miras di wilayah hukum Polres Pasuruan selama dua minggu terakhir. Ada beberapa merk dan ukuran miras yang dimusnahkan.

Kapolres Pasuruan mengatakan, selain Narkoba, Miras juga menjadi item penting yang harus diperhatikan. Sebab, Miras ini menjadi salah satu indikator yang membuat seseorang melakukan tindak kejahatan. “Contohnya, kasus pencurian, dan kami periksa tersangkanya. Kepada polisi, tersangka mengaku sebelum beraksi itu pasti pesta miras terlebih dahulu dengan temannya,” katanya.

Tak hanya pencurian, tapi masih banyak kasus kejahatan lainnya yang disebabkan karena pelakunya terpengaruh Miras. Semisal, Begal. Menurut Kapolres Pasuruan, mayoritas pelaku Begal ini konsumsi Miras dan Narkoba sebelum melakukan operasi pembegalan. “Makanya itu, kami mengajak masyarakat untuk ikut mencegah peredaran Narkoba bersama kami. Kami mohon bantuannya untuk semuanya,” paparnya.

Menurut Kapolres Pasuruan, semua pihak harus terlibat dan mendukung program ini. Artinya, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Ia meminta lingkungan keluarga, guru ngaji, guru sekolah, semua pihak untuk membantu pengawasan kepada anak didiknya. “Kami akan berupaya, agar Pasuruan ini Zero Miras, Narkoba, dan Okerbaya. Apapun akan kami lakukannya untuk mewujudkan hal itu. Termasuk hari ini, kami memusnahkan ribuan Miras,” tandasnya.

Kapolres Pasuruan menyampaikan, mudahnya mendapatkan alkohol di toko peracangan membuat peredaran MILO ini sangat cepat. Bahkan, harga yang ditawarkannya pun sangat murah. Untuk membuat MILO itu tidak dibutuhkan uang yang banyak, cukup dengan Rp 7.500,- jumlah itu bisa digunakan untuk mabuk beberapa kali. “Mereka hanya mencampurkan alkohol dan bodrek, atau obat lainnya. Sudah memabukkan, dan ini lebih murah,” ungkapnya.

Kapolres Pasuruan menjelaskan, pihaknya juga akan berusaha koordinasi dengan Pemkab Pasuruan. Ia akan mengusulkan untuk pembuatan Peraturan Bupati (Perbup) atau sejenisnya yang mengatur soal peredaran Miras. Kalau perlu, pengedar atau pembeli Miras ini tidak hanya di Tipiring saja, tapi ada hukuman yang lebih berat. “Tujuannya agar mereka ini jera dan kapok, biar tidak membeli dan mengkonsumsi miras itu lagi,” tandasnya.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menurutukan, pihaknya sangat mendukung program Kapolres ini. Kata dia, sikap dan program ini sangat kreatif dan inovatif. “Saya sangat mendukung program ini. Saya apresiasi program ini. Mudah-mudahan, program ini bisa menjadi solusi untuk menekan angka pencabulan. Selama ini, pencabulan juga ada kaitannya dengan miras juga. Pelaku terpengaruh miras sebelum berbuat nekat seperti itu,” pungkasnya. (hms.respas)
-


Dalam rangka HUT Kemerdekan Republik Indonesia ke-72, Polda Bali menggelar pemusnahan barang bukti narkotika, miras, dan bahan berbahaya di halaman belakang Mapolda Bali, Selasa (15-08-2017).

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, Waka Polda Bali Brigjen Pol Drs I Gede Alit Widana SH, MSi, Ketua MUDP Provinsi Bali Jero Gede Suwena, Kabid Berantas BNNP Bali, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Wakajati Bali, dan Pejabat Utama Polda Bali.

Barang bukti maupun barang temuan narkoba yang dimusnahkan terdiri dari ganja sebanyak 7.960,64 gram dan satu buah pohon ganja setinggi 1,35 meter, sabu (methamphetamine) sebanyak 1.187,55 gram, ekstasi (amphetamine) sebanyak 668 butir, miras jenis arak sebanyak 4.212,9 liter, dan miras impor sebanyak 1.732 botol.

Sebelum pemusnahan, dilakukan penandatangan berita acara pemusnahan barang butki oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Bali disaksikan oleh Kapolda Bali, Wakajati Bali, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, dan Perwakilan BPOM.

Irjen Pol Petrus Reinhard Golose dalam sambutannya mengatakan, perkembangan perjalanan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba berdasarkan data di Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali bahwa pengungkapan dari bulan Januari sampai dengan Juli 2017, mengalami kenaikan signifikan dengan jumlah barang bukti narkotika dan tersangka yang terus meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Dilihat dari barang bukti narkotika yang telah disita di wilayah hukum Polda Bali, mengindikasikan adanya ancaman serius bagi kelangsungan generasi dan masa depan bangsa,” ujar Kapolda Bali.

Kapolda Bali menambahkan bahwa kuantitas permintaan terhadap barang narkotika semakin meningkat, menjadikan Bali sebagai lahan bisnis yang sangat menjanjikan untuk meraup hasil penjualan bagi bandarnya. Tidak hanya itu, kuatnya jaringan sindikat peredaran dan perdagangan gelap narkotika serta prekusor narkotika dalam melakukan aktivitasnya yang tidak mengenal batas tempat, wilayah dan usia, merupakan hambatan dan tantangan bagi jajaran Polda Bali dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Bali.

Pemahaman yang keliru tentang penyalahgunaan narkotika telah sering disosialisasikan kepada masyarakat melalui ceramah, penyebaran brosur, dan interaktif di media elektronik.

Kegiatan pemusnahan barang bukti dan barang temuan narkoba merupakan suatu langkah yang sangat strategis. Di lingkungan Polri, pemusnahan terhadap barang bukti yang telah memenuhi persyaratan, dilakukan terprogram setiap tahunnya.

Hal ini sebagai upaya untuk menghindari hilangnya barang bukti, berubahnya barang bukti, dan berkurangnya barang bukti. Selain itu, juga untuk menghilangkan kesempatan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh para anggota Polri atau lingkungannya, sehingga secara tidak langsung kegiatan ini dapat melindungi anggota Polri dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Mari berkomitmen menjauhkan diri dari narkoba dan bersama kita berantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Jadikan generasi muda sebagai tulang punggung negara terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” harap jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini.

Usai memberikan sambutan, Kapolda Bali beserta para undangan lainnya bersama-sama memusnahkan barang bukti narkoba dengan cara memasukan narkoba tersebut ke dalam mesin incinerator milik BNNP Bali. Selanjutnya Kapolda Bali dan para undangan juga secara simbolis memusnahkan barang bukti miras.

[Tribratanews.com/Humas Polda Bali]
-



Dalam Pembagian Takjil Jelang Buka Puasa di Bulan Ramadhan
Sabtu, 03 Juni 2017 Pukul 17:00 WIB
Lokasi Jalan SM. Raja Sidikalang, Posko RAWATIB Polres Dairi


Dilantik Ketua KBPP POLRI Jabar Sdr. MUGI beserta KAPOLRES BOGOR KOTA Bapak KOMBES POL ULUNG SAMPURNA JAYA S.IK. MH, Disaksikan Walikota Bogor Sdr. Dr.BIMA ARYA SUGIARTO & Utusan Salah Satu Pengurus Pimpinan Pusat KBPP POLRI/ KBPPP Mabes Polri Sdr. IRIANTO WA, Beserta Jajaran Kepolisian Mapolresta Bogor Kota, Kasat Binmas, Kasat Lantas, Kasat Intel, Kasat Serse, Kasubag Humas &  5 (Lima) KAPOLSEK Wilayah Hukum Mapolresta Bogor Kota.
Dihadiri Purnawirawan Polri (PP. POLRI Asrama Brimob Wilayah Hukum Mapolresta Bogor Kota.
Sabtu 10 Juni 2017, Aula Praja Guptha Mako Polresta Bogor Kota di Jln Kpt Muslihat Kota Bogor